" Menghormati Orang Tua "
0
Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Ini adalah ceramah dari Ustadz Aswan Faisal.
Tema : " Menghormati Orang Tua "
InsyaAllah kita berharap memohon kepada Allah SWT agar ibadah kita dibulan ramadhan ini menjadi ibadah yg penuh keberkahan, ibadah yang melahirkan keharmonisan. Karena ramadhan adalah kesempatan untuk duduk bersama, makan bersama, beribadah bersama.
Ini adalah ceramah dari Ustadz Aswan Faisal.
Tema : " Menghormati Orang Tua "
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
InsyaAllah kita berharap memohon kepada Allah SWT agar ibadah kita dibulan ramadhan ini menjadi ibadah yg penuh keberkahan, ibadah yang melahirkan keharmonisan. Karena ramadhan adalah kesempatan untuk duduk bersama, makan bersama, beribadah bersama.
Ini merupakan salah satu yang sangat
disukai dan dicintai oleh Allah SWT.
Diantara yang Allah cintai adalah yang merupakan kewajiban buat setiap individu, yaitu " Berbakti kepada kedua orang tua. "
Rasull menyebutkan bahwa, berbuat baik kepada orang tua adalah akhlak yang paling tinggi dihadapan allah swt.
Diantara yang Allah cintai adalah yang merupakan kewajiban buat setiap individu, yaitu " Berbakti kepada kedua orang tua. "
Rasull menyebutkan bahwa, berbuat baik kepada orang tua adalah akhlak yang paling tinggi dihadapan allah swt.
Ada sebuah kisah menarik tentang
berbakti kepada orang tua.
Pada suatu ketika Nabi Allah Musa
a.s yang Allah beri kemampuan untuk bisa beraudiensi dengan Allah. Setiap Nabi
Musa a.s hendak beraudiensi dengan Allah SWT, beliau naik keatas bukit
tursinah. Pada suatu kesempatan Allah mewasiatkan kepada Nabi Musa a.s bahwa
Nabi Musa diterangkan oleh Allah SWT akan punya tetangga yang baik, Nabi Allah
Musa bertanya, " Siapakah tetanggaku ya Allah didalam surga? "
Allah menyebutkan seorang anak
laki-laki, yang tinggal disebuah kampung, dirumah sederhana. Kemudian setelah
beraudiensi dengan Allah, penasaran yang ada dihati Nabi Allah Musa untuk
mengunjungi orang ini. Turunlah ia dari bukit tursinah menuju kampung yang
diterangkan Allah SWT, atas bantuan tetangga-tetangga kampung itu, maka
sampailah ia dirumah seseorang.
Ketika sampai dirumah orang itu,
maka ia memohon izin untuk masuk, dipersilahkan masuk. Namun ketika Nabi Allah
musa duduk, seperti kurang diperhatikan oleh orang ini. Selain itu, Nabi Allah
Musa a.s terdiam memperhatikan apa yang dilakukan oleh anak ini, ternyata anak
itu seperti sedang sibuk, mondar-mandir kedalam kamar. Satu hal yg membuat Nabi
Musa kaget, ketika anak tersebut keluar dari kamar, ternyata si anak
menggendong seekor babi betina yg besar, dimandikan, di lap, dibersihkan,
kemudian dicium, diletakkan lagi kedalam kamar. Setelah itu yg lebih
mengejutkan kepada Nabi Allah Musa adalah, si anak ini menggendong babi, babi
jantan, diperlakukan hal yang sama.
Akhirnya setelah mengerjakan itu
semua, barulah si anak ini mendekati Nabi Allah Musa.
Bertanya beliau, " Apa
agamamu?", dijawablah oleh sang anak muda ini, "
Agamaku agama tauhid".
" Bukankah dilarang engkau memelihara babi..", kata Nabi Musa a.s.
" wahai Musa, kedua ekor babi itu adalah orang tuaku yg ketika mereka berdua melakukan kedurhakaan kepada Allah, Allah merubah badan dan tubuh mereka serta wajah mereka menjadi dua ekor babi. wahai musa masalah dosa mereka dengan Allah itu bukan urusanku, tapi aku dengan mereka tetap aku adalah anak mereka dan mereka adalah orang tuaku, karena itulah aku merawatnya, karena itulah aku betul-betul memberikan pelayanan yang terbaik kepada kedua org tuaku. ", jawab sang anak.
Subhanallah.. dari kisah yang menarik ini dapat diambil sebuah hikmah, apapun dan bagaimanapun keadaan orang tua kita, harus tetap berbuat baik, apalagi orang tua kita yang terlihat dalam keadaan sempurna tubuhnya.
" Bukankah dilarang engkau memelihara babi..", kata Nabi Musa a.s.
" wahai Musa, kedua ekor babi itu adalah orang tuaku yg ketika mereka berdua melakukan kedurhakaan kepada Allah, Allah merubah badan dan tubuh mereka serta wajah mereka menjadi dua ekor babi. wahai musa masalah dosa mereka dengan Allah itu bukan urusanku, tapi aku dengan mereka tetap aku adalah anak mereka dan mereka adalah orang tuaku, karena itulah aku merawatnya, karena itulah aku betul-betul memberikan pelayanan yang terbaik kepada kedua org tuaku. ", jawab sang anak.
Subhanallah.. dari kisah yang menarik ini dapat diambil sebuah hikmah, apapun dan bagaimanapun keadaan orang tua kita, harus tetap berbuat baik, apalagi orang tua kita yang terlihat dalam keadaan sempurna tubuhnya.
Allah berpesan agar kita menundukan
kepada keduanya dengan kasih sayang dan berdoa, " Ya allah ampuni
dosa keduanya. "
Selain itu, dalam Al-Qur’an Allah
berfirman: “ Aniskurli waliwalidaika ” yang artinya: “
Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. ”
Inilah perintah Allah kepada kita
agar berbakti kepada kedua orang tua.
Keutamaan berbakti kepada orang
tua:
1. Akan melahirkan keridhoan Allah SWT
2. Allah jadikan rezki kita penuh keberkahan
3. Dapat memasukkan kita kedalam surga
4. Dengan kita berbakti kepada orang tua maka sungguh
akan menjadi sebab anak kitapun akan berbakti kepada kita.
Semoga apa yang telah disampaikan
diatas dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin
ya robbal alamin.
Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa
barakatuh.


