" Menyelami Hikmah Puasa "
0
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
Pertama:
Ramadhan sebagai Training Keikhlasan
Puasa
adalah ibadah yang melatih keikhlasan. Puasa menjadi ibadah yang begitu mulia
karena langsung dinilai oleh Allah SWT. Beliau meriwayatkan firman Allah dalam
sebuah hadist Qudsi:
“ Setiap amal manusia adalah
untuknya kecuali Puasa, sesungguhnya ( puasa ) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan
membalasnya.” (
HR Ahmad dan Muslim ).
Ibadah
Puasa melatih kita untuk ikhlas dalam arti yang paling sederhana, yaitu:
beramal hanya karena Allah SWT, mengharap pahala dan keridhoan-Nya.
Kedua: Ramadhan
untuk Training Keistiqomahan
Momentum Ramadhan yang penuh
dengan berbagai amalan –dari pagi hingga malam hari- mau tidak mau, suka tidak
suka, akan membuat seorang berlatih untuk istiqomah dalam hari-hari
selanjutnya.
Semangat
ibadah kita akan benar-benar dipacu saat memulai Ramadhan. Bahkan Rasulullah
SAW memberikan panduan agar melipatgandakan semangat saat akan melepaskan bulan
mulia tersebut. Dari Aisya ra, ia berkata:
“
Adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari
yang terakhir (Ramadhan), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan
mengikat sarungnya (ungkapan kesanggupan dan kesiapan dalam beribadah).” (
HR Bukhori dan Muslim )
Bila training Keistiqomahan ini
kita resapi dengan baik, segala halangan dan rintangan akan teratasi dengan
sempurna karena semangat istiqomah yang telah tertempa dalam dada kita.
Ketiga: Ramadhan
sebagai Training Ihsan
Kita diajarkan untuk optimal atau
ihsan dalam setiap ibadah. Tak terkecuali dengan ibadah puasa Ramadhan.
Rasulullah SAW telah mengingatkan:
“ Betapa banyak orang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya
kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak
mendapatkan dari sholatnya kecuali hanya begadang. “ ( HR Ibnu Majah )
Ini artinya, hari-hari puasa kita
haruslah penuh kehati-hatian. Menjagan lisan, pandangan dan anggota badan
lainnya dari kemaksiatan.
Demikianlah sedikit dari banyak
hikmah di bulan Ramadhan. Mari memulai dari keinginan tulus dalam hati untuk
mensukseskan Ramadhan tahun ini. Lalu diikuti dengan kesungguhan dalam
mengisinya bahkan hingga saat hilal Syawal menjelang. Rasulullah bersabda: “ Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan
dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (
HR Bukhori ).
Wallahu
a’lam bisshowab.

